What's new..?

Senin, 09 Juli 2012

“I’ll be fine”


This is not about the bad thing I had,, or a perfect way I passed away..but this was my heart whispered “how weak and stupid me whose choose this choice..”
I was stuck in here, no voice..no tears..no move.. even no choice anymore
But that’s alright, coz again and again I will say damn word
“I’ll be fine sista’..!” and than you said
“everything’s gonna be better tomorrow”
After all every problem just gone from our life, but not solved like another we’ve had or we known..
Like an ordinary, someone came in and come along in my life, even our life too and then go..!
Just need a few time I forget of all and ready for tomorrow, more times..more days.. more and more
“have you know, I’m so tired?”
“Is there a little wishes for me?”

“Bertahan”


Aku berjaLan ditepian kebahagian yg tiada tara..
JaLan stapak yg kuLaLui bgitu indah..
WaLau tak pernah tampak ujung dari jaLan ini..

Setiap Langkah kuLewati dgn hati2 sambiL menuturkan doa dan harapan akan ujung dari akhir perjaLanan ini yg tidak begitu menjanjikan..
SesekaLi ada krikiL2 yg menghaLau Langkahku seakan ingin membuatku terpeLeset dan jatuh kejurang kesepian Lagi..
Semakin jauh aku berjaLan..aku smakin asing akan jaLan itu..semakin banyak puLa cobaan yg menghadang..

Sempat terbesit di otaku utk menyerah..dan menghentikan Langkah ini..
Namun aku kembaLi dihadapkan 2 pLihan..
Bertahan dgn semua yg ada sekarang ini terus berjaLan dan berharap mendapat baLasan atas semua pengorbanan diakhir nanti..
Atau berhenti sampai disini..dan perjaLananku seLama ini menjadi sia2..

Aku sLaLu meminta jaLan terbaik dari -Nya..
Dan aku berharap ini adaLah jaLan yg diberikan oLeh -Nya.

“Confused”


Menutup malam yang sunyi dengan rangkaian kecupan yang dahsyat, padahal tidak memberikan jawaban apapun..keadaan seperti ini masih bisa meredam amarah.
Diam bukan karena merasa bersalah..bukan juga karena tidak mau menyakiti..
Tapi memang tidak memiliki jawaban atas semua pertanyaan..
Mengalah dan menuruti semua keinginan malah akan menjadikan boomerang, atau bahkan malah menjadikanya sebagai bom waktu..yang kapan saja bisa meledak tanpa perduli akan ada hati yang terluka nantinya..
Namun apa daya..
Kebingungan ini begitu menyesatkan..
Ketika ia meminta balasan atas semua pengorbananya, sudah tidak asing lagi ditelinga,mungkin bukan untuk yang pertama kali..kata katanya begitu dalam sehingga mampu menggali semua rasa bersalah yang selama ini terpendam dan tak pernah terfikirkan sebelumnya, menjadi PR yang menumpuk sehingga mau tak mau harus mencari cara untuk menyelesaikanya...

"Love is Like a chocolate”


Love is Like a chocoLate..
Gigitan prtama rasa'y begitu manis..
D'gigitan k'dua..membuat qta ketagihan untuk teruz menikmati'y..
Tapi..karna terLaLu sering..
Kadang membuat'y tdk speciaL Lagi..
Rsa manis'y pun menjadi hambar..dan Lama kLamaan..brubah menjadi pahit..
ItuLah cinta..
Yg bnyk dieLueLukn bnyk orang..
Dmna keindahan'y d'tggu2..dan kekecewaan'y senantiasa d'nikmati..
Hingga akhr'y meninggaLkn bekas Luka yg reLatif daLam..
Jika cinta itu adLh anugrah..
Mengapa bgtu menyakitkan..?
Jika cinta itu adLh suatu ksaLahan..
Mengapa qta tak prnh jera untk menguLangi'y..?

“Free”


Huuffhh…
Lagi lagi kuhembuskan nafas panjang sisa keegangan hari kemarin, bersama hembusan angin pagi ini yang begitu dingin menusuk setiap pori pori yang ada ditubuhku…
Oksigen yangkuhirupun terasa begitu berbeda, ringan..ringan sekali…seperti terhempas begitu saja
Tak pernah terfikirkan dalam otaku bahwa akan semudah ini menghapuskan, tidak seperti aku yang dulu sangat mengharapkan kehadiranya…dan tidak seperti aku yang kemarin berjuang dimedan ketegangan untuk menempatkan dimana aku harus berpijak, antara hati dan jalan hidupku…
Hari ini..semuanya hilang!
Lepas begitu saja bagai butir butir pasir yang tak berdaya bergulir terseret ombak laut
Tidak lagi terlintas bayanganya untk hadir dalam mimpiku, bahkan tidak lagi terbesit sosoknya di otaku…
Hingga ia menjadi sekuat apapun itu..bagiku ia kini hanyalah debu, yang dengan mudah untuk aku menyingkirkanya…

“ Drama”

Seperti alur cerita pada sebuah drama, entah drama percintaan, drama aksi atau drama keluarga… yang aku tahu semua kehidupan ku ada disana.
Terancang dengan rapih sesuai naskah yang aku inginkan, semua berjalan dengan lancar mengikuti alur cerita yang aku buat.
Seperti memiliki tongkat periajaib yang dapat mengabulkan semua permintaan.. aku hanya tinggal menunjuk apa dan kepada siapa yang aku inginkan,, maka terpenuhi semuanya.
Hanya butuh sedikit waktu dalam prosesnya, aku sudah bisa menikmati hasilnya
Memang tak semua jalan ceritanya selalu bahagia.. agar tidak ditinggalkan penontonya, drama ini pun disisipkan sedikit cerita kesedihan,,kekecewaan dan kesulitan yang lainya..
Kalau saja drama kehidupan ini hanya berdurasi 60 menit, mungkin rasa sedih itu tak akan menjadi suatu hal yang harus dipertimbangkan, bahkan malah akan menjadi suatu nilai tambah sehingga semakin dikagumi penontonya
Tapi aku salah.. ini adalah peranku dukehidupan nyata,, dan ternyata rasa sedih dan kecewa itu terasa jauh lebih lama pada proses sebenarnya.